Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,38 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025, dengan pertumbuhan mencapai 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Sementara Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat terdapat sekitar 17 juta content creator di Indonesia, dengan sekitar 8 juta orang telah memiliki penghasilan di atas upah minimum regional (UMR).
Menariknya, pertumbuhan kreator digital kini semakin merata. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), jutaan pembuat konten aktif tidak lagi terkonsentrasi di Jakarta, melainkan tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Di tengah perubahan tersebut, perjalanan Gabriele Kaylaa menjadi gambaran bahwa peluang sukses kini semakin terbuka bagi siapa saja. Berbekal kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar, seorang kreator dari daerah pun mampu berdiri sejajar dengan nama-nama besar di industri digital nasional.