Namun, ia membantah keras jika dirinya dan rombongan disebut sudah mengetahui surat edaran tersebut sebelum melakukan perjalanan.
“Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut,” ungkapnya.
“Namun adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” tegas Jessica.
Ia berharap polemik tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama para kapten kapal agar memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpang.
“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” katanya.