"Kalau untuk hal itu, sebenarnya sih enggak ada," ujarnya.
Dia mengatakan selama berada di dalam kelab, tidak ada cerita atau laporan langsung mengenai adanya pemerkosaan maupun pelecehan seksual yang dia ketahui.
Menurut dia, para pengunjung yang berada di lokasi juga sempat kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah keributan tersebut.
"Dia hepi-hepi aja, sudah senang gitu kan," katanya.
Meski demikian, pegawai tersebut tidak menutup kemungkinan adanya persepsi berbeda dari perempuan yang kemudian mengaku merasa dilecehkan.
Dia menduga kondisi mabuk dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap situasi yang dialaminya malam itu.
"Mungkin dengan keadaan dia mabuk kali, ya. Dia merasa, 'saya dilecehkan'. Mungkin mau diperkosa segala macam. Tapi ya memang enggak ada sih," tuturnya.