Selain itu, The Sounds Project menyatakan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi pada penyelenggaraan acara berikutnya.
Tegaskan Agama dan Keyakinan Tak Boleh Dijadikan Bahan Promosi
Di bagian akhir pernyataannya, The Sounds Project kembali menegaskan sikap mereka mengenai penghormatan terhadap agama dan keyakinan.
Menurut mereka, nilai tersebut merupakan prinsip yang harus dijunjung dalam penyelenggaraan festival.
“Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut,” tegas The Sounds Project.
Dengan munculnya klarifikasi ini, The Sounds Project secara resmi mengambil jarak dari aksi yang terjadi di booth sponsor tersebut dan menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari arahan maupun persetujuan mereka.
Sementara itu, kontroversi tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Pernyataan resmi penyelenggara kini menjadi respons terbaru setelah video yang memperlihatkan dugaan hafalan Al-Qur’an demi mendapatkan minuman keras tersebut viral dan memicu reaksi publik.