Bubah juga menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang mungkin pernah merasa tersakiti oleh perkataan, sikap, maupun keputusan yang pernah diambilnya. Baginya, kesempatan hidup yang masih diberikan menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi orang lain.
"Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada siapa pun yang pernah terluka karena perkataan, sikap, atau keputusan saya. Terima kasih kepada semua yang selama ini hadir dalam perjalanan hidup saya," ungkapnya.
Ia pun mengajak semua orang untuk tidak menghabiskan hidup dalam kebencian. Menurut Bubah, hidup terlalu singkat sehingga sudah seharusnya diisi dengan saling mendoakan, menguatkan, dan memaafkan.
"Jika hari ini masih diberi napas, berarti masih ada alasan untuk terus memberi manfaat."
"Hidup ini terlalu singkat untuk dipenuhi kebencian. Mari saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling memaafkan," tulisnya.
Sebelumnya, Bubah mengungkap bahwa dirinya mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan dari Jember menuju Jakarta. Dalam keterangannya, ia menceritakan mobil yang ditumpanginya sempat kehilangan kendali hingga terombang-ambing ke kanan dan kiri. Di momen tersebut, Bubah mengaku sempat berpikir hidupnya akan berakhir.
Meski mengalami pengalaman yang begitu mencekam, Bubah berhasil selamat. Hingga kini, ia memilih fokus mensyukuri kesempatan hidup yang masih dimilikinya sekaligus menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna.