Dia bahkan mengibaratkan orang-orang yang mengenakan kaos tersebut sebagai duta alam. Menurut dia, pesan tentang kerusakan lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui cara sederhana, termasuk lewat pakaian yang dikenakan sehari-hari.
"Istilahnya, saya sedang merekrut duta-duta alam yang menyampaikan tentang kerusakan," katanya.
Melalui desain tersebut, Irfan berharap masyarakat tidak hanya melihat kaos sebagai produk fesyen, tetapi juga memahami pesan yang ingin disampaikan. Gambar dua orangutan bermasker menjadi simbol satwa yang ikut terdampak ketika habitatnya dilanda kebakaran.
Dengan semakin banyak orang mengenakan kaos itu, dia berharap pesan tentang pentingnya menjaga hutan dapat tersebar lebih luas. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kepedulian terhadap kelestarian satwa liar.
"Dengan menggunakan kaos ini, mudah-mudahan banyak orang yang melihat dan tersadarkan untuk menyelamatkan orang utan," tuturnya.