Erlita justru mendapati fasilitas yang dibangunnya telah digunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuannya. Dari situ, dia kemudian bertemu dengan pihak lain yang juga mengaku sebagai korban.
"Begitu Bu Erlita datang untuk survei, kok sudah ada orang yang sewa mini soccer, sudah ada food court. Barulah ketemu dengan Bu Juli, dengan Bu Gusti (korban lain). Jadi di situ ada ketidaksesuaian kesepakatan awal," ujar Theodora.
Lapangan Disebut Sudah Terbengkalai Sejak 2024
Kuasa hukum Erlita lainnya, Emmanuel Alvino, kemudian membantah pernyataan pihak Vicky Prasetyo yang menyebut bisnis tersebut masih berjalan dan memberikan keuntungan setiap bulan.
Menurut Vino, kondisi lapangan saat ini sudah kosong dan tidak lagi beroperasi. Dia menyebut fasilitas tersebut telah terbengkalai sejak awal 2024.
"Dari pihak VP ini mengklaim lapangan bolanya masih berjalan, ini lapangan bola yang mana? Itu sudah digulung, kita sudah punya buktinya, sudah tidak ada barang itu. Lapangan bolanya sudah kosong. Sejak 2024 itu sudah hancur, sudah kusut," ujar Emmanuel Alvino.