Aksi tersebut kemudian menjadi sorotan karena setelah menyelesaikan tantangan, peserta disebut mendapatkan apresiasi berupa minuman keras atau minuman beralkohol.
Potongan video itu pun menyebar dengan cepat di media sosial dan memancing berbagai reaksi dari warganet.
Kontroversi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Ustaz Hilmi Firdausi. Melalui pernyataannya di X, Ustaz Hilmi secara tegas mengecam aktivitas promosi yang dikaitkan dengan pembacaan Al-Quran tersebut.
“Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Quran ditukar sama miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” kata Ustaz Hilmi Firdausi, dikutip Selasa (11/8/2026).
Pernyataan tersebut semakin membuat polemik aksi di booth Newport menjadi sorotan publik.