“Saya sempat bilang jangan sampai kabur karena pagarnya tinggi. Tapi mungkin dia sudah enggak kuat lagi menghadapi situasinya,” katanya.
Meski harus meninggalkan sejumlah barang pribadi, Nur mengaku tak menyesali keputusan tersebut. Baginya, keselamatan dan kondisi orang tua jauh lebih penting daripada harta benda yang tertinggal.
“Yang penting saya selamat dan bisa pulang. Barang-barang enggak dibawa juga enggak apa-apa,” tuturnya.
Namun, kisah Nur ternyata tak berhenti setelah ia berhasil pulang. Perempuan asal Cianjur itu mengaku masih menyimpan trauma mendalam hingga saat ini.
Ia mengaku ketakutan untuk bepergian jauh atau bertemu orang asing. Bahkan, rasa takut itu disebut muncul setiap kali melihat aparat kepolisian.