Selain dugaan pemukulan, Elryan juga mengungkap bahwa Eza sempat memegang benda yang disebutnya sebagai knuckle. Elryan kemudian meminta Eza melepaskan benda tersebut sebelum mereka berbicara lebih lanjut.
“Awalnya sempat pegang-pegang knuckle, hingga akhirnya saya bilang ‘lepasin dulu knuckle-nya baru ngobrol’, akhirnya dilepasin sama dia,” katanya.
Keterangan mengenai benda tersebut nantinya menjadi bagian dari informasi yang dapat didalami penyidik dalam proses hukum.
Beberapa jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB, Elryan mengaku menerima pesan dari Eza. Dalam pesan tersebut, Eza menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi.
Meski demikian, permintaan maaf tersebut tidak membuat Elryan menghentikan proses hukum. Ia memilih tetap melanjutkan laporan yang telah dibuatnya.