Tak berhenti di hari itu, kekerasan terhadap anaknya berlanjut beberapa hari kemudian. Kali ini selain dihajar, tangan anaknya juga dibakar dengan korek api.
"Masih banyak lagi yang gak bisa saya sebutkan dan berlanjut ke part 2 sebelum pemilu, dihajar lagi, dan dibakar tangannya pake korek api yang dipanasin dan tololnya mereka videokan."
Dia menyebutkan, sudah mendapat video detik-detik anaknya dihajar. Dalam video, para pelaku penganiayaan mengatakan, itu baru pemanasan dan akan berlanjut.
"Saya sudah dapat videonya dan mereka bilang itu hanya pemanasan dan akan dilanjut lagi hari Kamis."
Beruntung ibu korban tahu dan langsung bertindak malam itu juga.
Dia juga menjelaskan, penyebab anaknya tidak melawan saat dihajar para seniornya.
"Kenapa anak saya tidak bisa melawan, karena diancam kalo lapor dan melawan adiknya yang kelas 6 SD akan dianiaya juga, akan dilecehkan dan bahkan mengancam membunuh," tulisnya.
Ibu korban sempat berpikir, anaknya dianiaya karena melakukan kesalahan lebih dulu. Tapi ternyata, para pelaku bertindak sekeji itu dengan alasan agar mental anaknya kuat.
"Saya sempat berpikir apakah anak saya ada salah duluan, pernah mukul orang ato berantem kenapa? Tapi ternyata itu cuma ditatar kaka kelasnya yang katanya biar mentalnya kuat situ sehat tong natar anak gw, sini lu pada gantian gw yg tatar sekarang, gimana perasaan orang tua lu, waras kah?."
"Menyedihkan, pasti hati orang tua mana yg gak akan kecewa begitu tau anaknya seperti kriminal," tulisnya di akhir postingan.