Koefisien hambatan menjadi indikator penting dalam menilai performa aerodinamis kendaraan. Faktor ini berpengaruh langsung terhadap konsumsi energi, stabilitas pada kecepatan tinggi, serta tingkat NVH atau kebisingan, getaran, dan kekasaran. Selama ini, kendaraan dengan Cd terendah umumnya berasal dari segmen sedan.
Beberapa sedan listrik tercatat memiliki Cd sangat rendah, seperti Dongfeng Forthing Xinghai S7 dengan 0,191 Cd, Arcfox Alpha S5 0,1925 Cd, Stelato S9 0,193 Cd, dan Xiaomi SU7 0,195 Cd. Dalam konteks tersebut, pencapaian 0,217 Cd pada SUV dinilai sebagai terobosan teknik signifikan, mengingat tantangan aerodinamis akibat bodi kendaraan yang lebih tinggi.
Sebagai perbandingan, SUV listrik lain masih berada di atas angka tersebut. Xiaomi YU7 tercatat memiliki Cd 0,245, Tesla Model Y Juniper 0,220, sementara Onvo L60 berada di angka 0,229. Data ini menempatkan Luxeed R7 sebagai tolok ukur baru efisiensi aerodinamis di segmen SUV listrik produksi massal.