Mengenal Tarian Sufi Asal Timur Tengah, Selalu Hadir di Bulan Ramadhan

Elvira Anna
ilustrasi tari Sufi dari Timur Tengah. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Merayakan bulan suci Ramadhan beberapa hiburan khas Timur Tengah mulai bermunculan, salah satunya tarian sufi. Tapi tahukah Anda tentang asal mula tarian sufi dan adakah arti khusus dalam budaya Islam?

Diketahui tarian Sufi sudah hadir sejak abad ke-13. Tarian ini dilakukan pertama kali oleh seorang penyair asal Persia bernama Mawlana Jalaluddin Rumi untuk mengekspresikan kesedihannya saat ditinggal mati guru rohaninya, Syamsuddin Tabriz. Kabarnya, tarian Sufi pertama kali dilakukan Rumi saat dia berada di wilayah Anatolia Turki selama tiga hari tiga malam. 

Rumi juga dikenal sebagai seorang penyair yang banyak membuat puisi religius tentang cinta yang luar biasa pada Tuhan. Karyanya banyak mempengaruhi budaya dan penulisan syair Muslim. 

Mengacu pada kisah hidup Rumi, tarian sufi ternyata menjadi sarana meditasi untuk mencari Tuhan dan menyadari keberadaan manusia. Meditasi yang dilakukan melalui tarian Sufi memiliki kaitan yang erat dengan Tasawuf. Sebab dalam tarian ini para penari diharapkan dapat mengalami ekstase dan melebur bersama sang Ilahi. 

Saat melakukan tarian Sufi, si penari dituntut untuk tenang, fokus, dan meninggalkan semua beban. Mata harus fokus menatap satu titik, senantiasa terbuka, dan tidak melirik. Sedangkan kepala tidak boleh bergerak, harus berada di satu titik dan tak boleh berpindah. Dengan cara ini, penari Sufi tidak akan merasa pusing, tak peduli berapa lama dia menari dan berputar. 

Konon sebelum menari, si penari mesti melakukan zikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu akan dilanjutkan dengan lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh seorang solois dengan improvisasi alat musik seruling. 

Mengacu pada dalamnya makna tarian sufi, tak heran jika beberapa tempat di Kota Jakarta menghadirkan tarian khas Timur Tengah ini. Salah satunya di program Ramadhan Lippo Malls Indonesia (LMI) mulai 17 Maret hingga 30 April 2023 dengan tema Cahaya Ramadan.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
Internasional
15 menit lalu

Deretan Negara Kurangi Jam Kerja saat Ramadan, Ada yang Hanya 5 Jam Sehari

Kuliner
2 jam lalu

5 Jenis Kurma untuk Buka Puasa Ramadan, Ini yang Disukai Nabi

Film
5 jam lalu

MNC Pictures Rilis Sinetron 99 Nama Cinta, Hadirkan Nuansa Religi Menggugah di Ramadhan

Seleb
17 jam lalu

5 Tren Model Baju Muslim Ramadan 2026, Ini yang Disukai Masyarakat hingga Artis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal