Nyeri Lutut Dialami Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Sinyal Penyakit Serius

Mei Sada Sirait
Secara medis, keluhan nyeri lutut bisa mengarah pada gangguan muskuloskeletal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: Ilustrasi/AI)

Sayangnya, banyak orang baru memeriksakan diri saat kondisi sudah memburuk. Padahal, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

“Keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut dia, selain faktor biologis, gaya hidup juga turut memengaruhi kondisi lutut. Kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh yang tidak tepat, hingga olahraga yang tidak sesuai dapat memperparah keluhan.

Sebaliknya, menjaga kekuatan otot, rutin berolahraga dengan teknik yang benar, serta mempertahankan berat badan ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Karena itu, penting bagi perempuan untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.

Jika nyeri lutut terjadi berulang atau berkepanjangan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko gangguan yang lebih serius.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
7 hari lalu

Lomba 17-an Tak Biasa, Perempuan di Terminal Kalideres Adu Kuat Tarik Bus AKAP 20 Ton

8 hari lalu

Operasi Lutut Kini Dibantu Robot, Seberapa Besar Manfaatnya bagi Pasien?

25 hari lalu

Terungkap! Terduga Pembunuh Wanita di Kos Jakbar Ternyata Suaminya

1 bulan lalu

Banyak Perempuan Sulit Kelola Keuangan, Risiko Penipuan Digital Meningkat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal