Pintu perubahan datang ketika Gary merasa hidupnya berjalan ke arah yang salah. Titik balik itu membuat dia memutuskan hijrah dan melakukan taubat nasuha. Dalam pengakuannya, Gary merasa ingin meninggalkan masa lalu dan memperbaiki diri sepenuhnya.
Perubahan itu bukan sekadar simbolis. Ia mulai menjauhi aktivitas negatif, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mendekatkan diri pada agama. Perubahan yang paling terlihat adalah konsistensinya menjalankan ibadah sholat dan mengubah gaya hidup.
Dalam beberapa laporan media, sahabat dekat menyebut Gary hampir tidak pernah meninggalkan ibadah setelah hijrah. Dia juga mengajak keluarganya menata ulang kehidupan spiritual, termasuk istrinya, Richa Novisha, yang turut berproses bersama.
Pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, Gary mengendarai sepeda motor di Jalan Kesehatan Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi menyatakan motor yang dikendarainya hilang kendali hingga menabrak pohon di depan sebuah tempat pencucian mobil. Tubuhnya terpelanting ke jalan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Meski mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong. Pihak rumah sakit menyatakan Gary meninggal dunia pukul 09.24 WIB. Setelah proses administratif, jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada hari yang sama.
Kepergian Gary dalam keadaan sudah berhijrah menjadi sorotan publik. Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi yang berhasil keluar dari masa lalu kelam dan menjalani hidup lebih tenang, religius, dan fokus pada keluarga.
Kisah hijrahnya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa perubahan selalu mungkin, bahkan ketika masa lalu dipenuhi kesalahan.