Charly juga mengingatkan bahwa siapa pun bisa berada dalam posisi yang sama seperti Raffi Ahmad. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak kehilangan rasa keadilan ketika menyampaikan aspirasi.
"Hari ini mungkin Raffi yang menjadi sasaran, besok bisa saja siapa saja, bahkan mungkin diri kita juga bisa," katanya.
Dia memahami keresahan masyarakat dan menghargai hak publik untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Namun, Charly berharap kritik tidak berubah menjadi kebencian yang justru memperkeruh suasana.
"Jangan sampai tersesat menjadi membabi buta melebar ke mana-mana, meskipun ya itu sah-sah saja. Karena bagi saya, keadilan tidak boleh lahir dari kebencian," pungkasnya.
Sebelumnya, Raffi Ahmad telah menyampaikan permohonan maaf melalui video di Instagram pada Sabtu (31/10/2026) malam. Dia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara di Bundaran HI merupakan undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara.
Raffi juga mengaku tidak bermaksud merendahkan atau mencederai semangat perjuangan generasi muda. Dia menyadari bahwa setiap undangan yang diterimanya perlu dipahami lebih teliti sebelum memutuskan untuk hadir.