2. Tuduhan Komunikasi dan Interaksi
Terkait tuduhan yang beredar, Andhika memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.
"Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pastilah tidak mudah," katanya.
"Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas," sambung dia.
Andhika menambahkan, "Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya. Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang."
Untuk itu, dia menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapa pun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengannya.
"Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," tegasnya.
Di kesempatan tersebut, Andhika memastikan bahwa dia tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.
Dia juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar.
"Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," ujarnya.