Ia menegaskan, dirinya tidak membenarkan hubungan ibu dan anak yang buruk. Sebagai seorang anak sekaligus seorang ayah, ia menilai tidak adanya pengurusan atau komunikasi yang sehat antara ibu dan anak adalah hal yang salah.
Terkait tudingan bahwa dirinya membela Denada, Irfan Hakim menjelaskan, dirinya diberi kesempatan untuk mendengar cerita dari kedua belah pihak. Namun, cerita dari Denada tidak bisa diungkap ke publik karena merupakan hak pribadi.
"Lalu, kenapa sikap gue yang katanya merangkul Denada, melindungi Denada? Hampir sebagian besar orang hanya mendengarkan dari satu pihak saja, mungkin gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak," ucapnya.
"Gue juga mendengar cerita dari pihak Denada, tetapi mohon maaf gue belum bisa disebarluaskan dan saya tidak berpihak kepada salah satu pihak," tambahnya.
Ia menegaskan, tidak berpihak kepada siapa pun. Baik Denada maupun Ressa, menurut Irfan, sama-sama memiliki hak untuk bersuara, dan kebenaran sepenuhnya hanya diketahui oleh pihak yang terlibat.
"Menurut saya apa yang disampaikan Denada, apa yang disampaikan Ressa adalah hak mereka untuk bersuara. Apakah itu benar atau tidak? Tidak ada yang pernah tahu," bebernya.
"Sayangnya, statement Denada kepada saya dan teman-teman circle-nya, maka kami tidak bisa mengatakannya, tidak bisa mengungkapnya karena itu merupakan hak Denada," lanjutnya.