Bagi Bedu, keputusan bertanding bukan semata soal adu kekuatan atau mencari popularitas. Dia menyadari ada risiko besar yang harus dihadapi ketika berada di atas ring, tetapi kebutuhan keluarga membuatnya tetap berani mengambil pekerjaan tersebut.
Momen emosional bahkan terjadi setelah pertandingan. Bedu mengaku dirinya dan Dede saling mencurahkan isi hati ketika berada di hotel setelah menjalani pertarungan.
Keduanya merasa bersyukur karena uang yang diperoleh dari pertandingan bisa langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, termasuk membayar kewajiban sekolah.
"Bener-bener sama-sama kita tuh di hotel saling curhatlah, 'De, uang masuk nih, De, syukur.' 'Dapet uang nih, De, buat bayar anak-anak.' 'Iya, Bang, emang,' kata Dede bilang gitu," kata Bedu.
Bedu menilai rasa sakit dan risiko yang mereka rasakan di atas ring menjadi bagian dari perjuangan seorang ayah. Menurut dia, seorang kepala keluarga akan melakukan berbagai cara untuk memastikan kebutuhan anak dan keluarganya terpenuhi.
"Ya itulah seorang laki-laki, seorang ayah ya kita membuktikan tanggung jawab sebagai seorang ayah tuh memang seperti ini. Apapun dia akan lakukan demi membahagiakan anak-anak dan keluarganya," ujarnya.