Nah, terkait penggunaan fitur Open to Work, Prilly menegaskan bahwa dirinya ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas di jaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah dicoba.
Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan upaya dia untuk terus bertumbuh.
Soal akun LinkedIn yang sempat hilang, Prill menyampaikan dan menjelaskan secara terbuka bahwa hal tersebut di luar kendalinya. Dengan kata lain, itu bukan aksi yang sengaja dilakukan untuk menghindari komentar netizen.
"(Penyebab hilang) Karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka dan sekarang dalam proses pemulihan," katanya.
Prilly pun berjanji bahwa ke depannya dia tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerjasama, serta melakukan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamanya.
"Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya," ungkap Prilly Latuconsina.