Bagi Amaluddin, popularitas itu datang dari sebuah foto yang awalnya hanya digunakan untuk melengkapi koleksi lagu pribadi.
Kepergian Amaluddin membawa kembali ingatan banyak orang pada masa ketika mengunduh lagu menjadi bagian dari keseharian pengguna internet.
Pada era tersebut, koleksi MP3 menjadi salah satu cara utama menikmati musik. Lagu-lagu disimpan dalam folder komputer, dipindahkan ke pemutar musik digital, atau dikirim ke ponsel teman melalui Bluetooth.
Di antara ribuan berkas musik yang beredar, foto Amaluddin menjadi gambar yang mudah dikenali. Wajahnya bahkan tetap diingat oleh orang-orang yang tidak mengetahui nama maupun kisah hidupnya.
Itulah yang membuat kabar kepergiannya terasa personal bagi banyak warganet. Mereka mungkin tidak pernah bertemu langsung dengannya, tetapi fotonya pernah hadir dalam keseharian dan menemani masa muda mereka.
Kini, Amaluddin Syarif telah berpulang. Namun, kisah tentang Mas Stafaband akan tetap menjadi bagian dari perjalanan internet Indonesia, ketika sebuah foto sederhana bisa tersebar luas dan melekat dalam ingatan banyak orang.
Selamat jalan, Amaluddin Syarif. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.