Mbah Leginah pun memiliki jargon yang cukup dikenal oleh pengikutnya, yakni 'Ampun Kesandung, Ampun Keserimpet'. Ungkapan tersebut menjadi salah satu ciri khasnya yang kerap muncul dalam konten.
Kehadiran Mbah Leginah di media sosial bukan sekadar sebagai sosok lansia yang ikut membuat konten. Kepolosan, kesederhanaan, dan interaksinya dengan Refido membuat banyak warganet merasa dekat dengannya.
Sosoknya seolah menjadi gambaran nenek di kehidupan sehari-hari yang tiba-tiba dikenal luas melalui media sosial. Kontennya tidak membutuhkan produksi rumit karena kekuatannya justru terletak pada percakapan dan respons spontan.
Sebelum meninggal, Refido sempat mengabarkan bahwa kondisi Mbah Leginah sedang tidak sehat. Pekerjaan endorsement bahkan sempat ditunda karena kondisi sang nenek. Namun, pada Jumat malam, kabar duka justru datang.
Ya, Mbah Leginah meninggal dunia pada Jumat malam (2/10/2026). Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan pada Sabtu (3/10/2026). Kepergiannya membuat banyak warganet kembali mengenang video-video lucu yang selama ini menghibur mereka.
Kini Mbah Leginah telah tiada. Namun, sosoknya masih dapat ditemui melalui berbagai rekaman konten bersama Refido yang menjadi jejak digital perjalanan seorang nenek sederhana hingga dikenal luas oleh publik.