Menurut Adjie, popularitas dan perasaan memiliki kuasa terkadang membuat seseorang berbicara tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
“Itu salah satunya mungkin karena popularitas, merasa punya kuasa, itu licin sekali bikin orang ngomong seenaknya,” tulisnya.
Adjie kemudian menyoroti pentingnya kesadaran diri dan kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Dia mengingatkan seseorang perlu memikirkan bagaimana ucapannya diterima oleh pihak yang mendengarnya.
“Terlalu self centered, jadi sulit peka sama perasaan orang lain. Kurang kesadaran (self awareness) dampak dari ucapannya. Rendahnya perspective-taking, jadi sulit memahami perasaan orang lain,” lanjutnya.
Dia pun mengajak semua orang untuk terus belajar agar lebih berhati-hati dalam berbicara.