"Mungkin setelah perbincangan ini, dan adanya kesepakatan lanjutlah mereka bertransaksi seperti yang pernah saya upload. Ini yang dikatakan mau damai?" lanjutnya.
Dalam unggahannya, Ruben juga menyinggung pernyataan mengenai keinginan untuk berdamai. Dia mempertanyakan sikap pihak yang menurutnya menyatakan tidak akan tinggal diam, tetapi kemudian kembali mempersoalkan berbagai hal melalui pernyataan di media sosial.
"Katanya tidak akan diam? Lho, selama ini memang diam? Mulutmu memerintah untuk orang lain jalankan. Tidak habisnya dia merendahkan saya dengan berbagai cara," tulis Ruben.
Ruben tidak menyebutkan secara terperinci siapa yang dimaksud dalam setiap kalimat tersebut. Namun, pernyataan itu muncul di tengah polemik yang kembali ramai setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dan meminta agar rekaman CCTV yang sebelumnya dipersoalkan ditampilkan secara utuh, termasuk suaranya.
Di akhir unggahannya, Ruben menyampaikan ungkapan religius yang menggambarkan pandangannya terhadap persoalan yang sedang dihadapi.
"Terima kasih Ya Allah Engkau selalu memberikan petunjuk dari orang-orang dzolim," tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, polemik keduanya masih bergulir melalui pernyataan di media sosial. Konteks lengkap pertemuan yang dipersoalkan Ruben, dugaan mengenai rencana untuk menjatuhkannya, serta kaitannya dengan perkara hak asuh anak masih memerlukan penjelasan dan bukti lebih lanjut.