Minola mengungkapkan, pada awalnya Ruben sebenarnya tidak merasa perlu menjalani tes tersebut. Ayah tiga anak itu mengaku dalam kondisi sehat, sehingga tidak menganggap pemeriksaan itu penting.
Namun, Minola menyarankan agar Ruben tetap menjalani tes sebagai bentuk itikad baik sekaligus untuk menghentikan spekulasi yang terus berkembang di publik.
“Sebenarnya Ruben kan nggak mau untuk memeriksa dirinya karena dia merasa, ‘Saya nggak apa-apa’. Tapi saya bilang, ‘Jangan, kita nggak boleh artinya menolak atau keras hati. Lakukan saja, rendah hati saja. Pasti ada gunanya.’ Dan ternyata memang ada gunanya,” jelas Minola.
Ia menilai, hasil laboratorium merupakan bukti yang jauh lebih kuat dibanding berbagai narasi yang beredar di media sosial maupun potongan percakapan yang belum tentu dapat dipastikan keasliannya.
Minola juga menyesalkan munculnya dugaan penyebaran tangkapan layar percakapan pribadi yang kemudian dijadikan dasar untuk membangun opini bahwa Ruben mengidap HIV. Menurutnya, tindakan tersebut tidak etis dan berpotensi menyesatkan publik.
“Masa mereka lebih percaya kepada chatting-an yang datang dari satu sumber daripada bukti riil? Selama ini selalu kami yang dikejar-kejar untuk membuktikan, seolah-olah kami betul seperti apa yang dipersangkakan orang lain,” tegasnya.