Langkah rutin berkonsultasi ke psikolog menjadi bentuk keseriusan Wardatina dalam memulihkan diri. Dia ingin memastikan kondisi mentalnya lebih siap sebelum menghadapi sidang perceraian di Pengadilan Agama Medan.
Wardatina menyadari kesiapan emosional sangat penting agar dapat menjalani proses hukum dengan tenang. Dia tak ingin tekanan mental justru memperburuk situasi yang sudah cukup menguras energi.
Meski mengaku masih mengalami trauma, Wardatina memastikan dirinya tidak sampai mengonsumsi obat penenang. Dia memilih menjalani terapi secara bertahap tanpa ketergantungan obat-obatan.
"Nggak sampai minum obat penenang. Jadi lebih kayak nggak kepercayaan sama siapapun gitu," ucapnya.
Menurut Wardatina, dampak terbesar dari konflik rumah tangganya bukan hanya kesedihan. Rasa percaya terhadap orang lain perlahan terkikis, membuatnya lebih berhati-hati dalam berinteraksi dan menjalin komunikasi.
Dia merasa pengalaman pahit tersebut membentuk cara pandangnya terhadap hubungan sosial. Kini, Wardatina berusaha membangun kembali kepercayaan diri dan stabilitas emosionalnya sedikit demi sedikit.
Rencana gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi disebut akan segera diajukan dalam waktu dekat. Wardatina memilih mempersiapkan diri secara matang agar dapat menghadapi babak baru kehidupannya dengan lebih kuat.