Ia menjelaskan bahwa sejak awal tujuan kontennya justru untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Gunung Kawi tidak identik dengan praktik pesugihan seperti yang selama ini dipercaya sebagian orang.
Menurut Pesulap Merah, isi videonya kemudian dipotong-potong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga memunculkan narasi seolah-olah Sarwendah datang ke Gunung Kawi untuk melakukan pesugihan.
Akibat potongan video tersebut, isu berkembang liar di media sosial dan nama Sarwendah ikut terseret dalam pemberitaan maupun berbagai unggahan warganet.