Sebelum Meninggal Dunia, Penulis Legendaris Keigo Higashino Berjuang Melawan Kanker Kolorektal

Muhammad Sukardi
Penulis Keigo Higashino meninggal dunia di usia 68 tahun. (Foto: Instagram)

Karya tersebut mengisahkan seorang guru matematika jenius yang menyusun rencana kejahatan nyaris sempurna demi melindungi seseorang yang dicintainya. Novel itu kemudian memenangkan Naoki Prize pada 2006, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Jepang.

Selain Naoki Prize, Higashino juga meraih berbagai penghargaan lain, termasuk Honkaku Mystery Awards serta Eiji Yoshikawa Literary Prize berkat novel When the Curtain of Prayer Descends pada 2014.

Lahir di Osaka pada 1958, Higashino awalnya bekerja sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso. Namun, kecintaannya terhadap cerita misteri membuatnya terus menulis di sela-sela pekerjaannya.

Perjalanan kariernya dimulai pada 1985 ketika novel After School berhasil memenangkan Edogawa Rampo Prize. Sejak saat itu, ia konsisten melahirkan karya-karya misteri dengan alur rumit, penuh kejutan, sekaligus menyentuh sisi emosional pembaca.

Meski menjadi salah satu penulis paling sukses di Jepang, Higashino dikenal sebagai sosok yang sederhana dan enggan tampil di depan publik. Ia lebih memilih dikenal melalui karya-karyanya daripada kehidupan pribadinya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Kabar Duka, Penulis Novel Misteri Legendaris Keigo Higashino Meninggal Dunia

2 bulan lalu

2 Dokter Internship Meninggal Dunia dalam Sepekan, Evaluasi Serius Harus Dilakukan!

2 bulan lalu

Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak dr Siti Zahra Maghfira Meninggal Dunia

2 bulan lalu

Kabar Duka, Mantan Dubes Indonesia untuk Mesir Bachtiar Aly Meninggal Dunia 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal