"Kurang lebih hampir dua jam aku masih sempat di situ, ngobrol walaupun sebenarnya papa sudah nggak bisa jawab," ujarnya.
Suasana semakin haru ketika sang ayah memastikan seluruh anaknya telah berkumpul. Dalam kondisi lemah, dia seperti mengabsen satu per satu, memastikan semua hadir di momen terakhir.
"Pas anak terakhir disebut, semua sudah kumpul, dan sudah ikhlas, papa langsung pergi," ucapnya lirih.
Meski kehilangan begitu terasa, Bunga berusaha menerima takdir tersebut dengan ikhlas. Dia percaya, kepergian sang ayah terjadi di waktu yang paling tepat.