dr Jefry mengatakan, berhubungan seksual setiap hari sebenarnya tidak menjadi masalah apabila pria memiliki kualitas dan jumlah sperma yang baik. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi kendala apabila pria mengalami gangguan kesuburan, seperti jumlah sperma yang sedikit atau gangguan fungsi ereksi.
"Nah, tergantung ya. Kalau dia mungkin spermanya banyak aja, enggak ada masalah. Tapi biasanya ini kadang pasien udah ada gangguan. Spermanya itu dia emang terlalu sedikit, segala macam," ujarnya.
Dia menambahkan, memaksakan hubungan seksual setiap hari juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika salah satu pasangan sedang mengalami kelelahan atau tekanan psikologis. Kondisi tersebut justru bisa memengaruhi kualitas hubungan intim.
"Tiap hari dia juga enggak ngerasa nyaman dan malah terpaksa, tubuhnya dia yang enggak nyaman untuk berhubungan, itu justru menimbulkan kendala," katanya.
Sebab itu, pasangan yang sedang menjalani program hamil disarankan menjaga frekuensi hubungan seksual sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Selain memberi waktu bagi tubuh untuk mempersiapkan kondisi fisik, cara tersebut juga membantu menjaga kenyamanan dan kesiapan mental pasangan sehingga peluang keberhasilan program hamil dapat meningkat.