"Artinya belum ada legal standing apa pun kenapa kau terlalu lancang berani memutuskan apa yang tidak boleh apa yang boleh bagi anak seseorang yang ayahnya masih ada. Dan sangat disayangkan, S sebagai ibu kok dengan tersenyum gitu bangga membiarkan yang mengambil keputusan itu teman prianya," katanya.
Minola mengungkapkan, Ruben sebenarnya telah berulang kali menyampaikan keberatan secara pribadi. Namun, menurutnya, keluhan tersebut tidak mendapat respons sehingga kini dipilih jalur hukum.
"Di ruangan tertutup, sebenarnya hal-hal ini sudah sering dikomplain. Ruben hanya menyimpan dokumen-dokumen atau arsip-arsip atau video-video di mana Ruben sudah komplain tapi tidak diindahkan. Hari ini, Ruben sudah ingin menunjukkan apa saja hal-hal yang dia tidak pernah setujui," ujarnya.
Selain hak asuh anak, persoalan nafkah juga sempat menjadi sorotan. Minola menjelaskan Ruben pernah menghentikan sementara pengiriman uang lantaran terdapat ketidaksesuaian nilai tagihan yang diajukan pihak Sarwendah. Menurutnya, biaya pribadi dan kebutuhan anak kerap tercampur dalam invoice tersebut.
"Mana ada sih orang yang tiap bulan itu berubah-ubah? Bukan berubah-ubah kadang 225 kadang 263 juta. Ini nggak bener gitu lho. Tapi kan gugatan kita kan jelas ini hanya gugatan hak asuh anak," katanya.
Minola memastikan agenda sidang perdana hari ini masih bersifat administratif. Ruben sebagai penggugat kemungkinan belum hadir secara langsung dan akan diwakili oleh tim kuasa hukumnya.
"Besok (hari ini) sidanglah. Kan saya sudah bilang ini kan pekerjaan rutin bagi seorang advokat menghadiri sidang. Sidang pertama apalagi belum ada hal-hal yang istimewa di situ, agendanya masih pemeriksaan para pihak," ujarnya.