“Oh my God, kayak orang pacaran, sampai kadang sleep call sama aku. Aku sudah tidur tiba-tiba aku bangun, ‘Ih belum mati anakku handphone-nya,’” ungkapnya.
Dewi mengungkapkan, kesempatan berkomunikasi dengan Gabriel sebenarnya sangat terbatas. Sebagai taruna Akmil, putranya hanya mendapat waktu sekitar satu jam untuk menggunakan ponsel setiap pekan.
Meski singkat, hampir seluruh waktu itu dihabiskan Gabriel untuk berbincang dengan sang ibu.
“Satu jam. Satu jam itu sama aku terus, ya. After itu biasanya, ‘Ma, handphone-nya dibalikin ya, diambil,’ gitu,” tuturnya.
Bagi Dewi, perhatian yang diberikan sang putra menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia mengaku terharu karena Gabriel selalu memprioritaskan dirinya dibanding menelepon teman-temannya.
“Telepon temen nggak lama, telepon aku lama banget,” kata Dewi.