Bagi Syahrini, suntikan tersebut menjadi bagian dari perjuangan yang harus dia jalani. Setiap pagi, pada waktu yang sama, dia harus menerima suntikan di sisi kanan dan kiri tubuhnya.
Rasa sakit dari suntikan pun tak selalu mudah ditahan. Bahkan, ada obat tertentu yang menurut Syahrini terasa sangat perih ketika disuntikkan.
"Bagi ibu-ibu, jangan patah semangat. Harus semangat kayak aku. Kalau ingat itu rasanya tahu banget sakitnya, perihnya ada obat yang satu tuh perih kalau disuntikkan. Setiap on time jam sembilan pagi kanan kiri, itu satu tahun terus tabah kayak gitu," tuturnya.
Perjalanan Syahrini untuk mendapatkan momongan juga sempat ditempuh melalui program bayi tabung atau IVF. Namun, usaha tersebut beberapa kali belum membuahkan hasil.
Di tengah berbagai proses medis yang melelahkan, Syahrini akhirnya mendapatkan kabar bahagia. Kehamilan yang dinantikannya justru hadir secara natural.