"Ya sedih lah, itu udah pasti sedih lah. Cuma ya, ya udah, karena kan aku udah di fase yang sudah ikhlas, sudah bisa menerima. Walaupun terkadang masih berat, tapi tetap apapun itu di depan aku harus aku hadapi. Itu aja," kata Richa.
Ricah mengaku hanya menikmati masa-masa sulit. Kenangannya bersama Gary Iskak justru tak untuk diratapi, namun beralih menjadi lantunan doa dalam rindu seorang istri.
"Pasti lah (kangen). Every day, every night, apalagi setiap malam sebelum kita tidur tuh, sebelum kita tidur pasti ada obrolan. Tahu enggak sih, Ayah tuh suka gini loh, kalau Ayah tuh suka gini nih, kalau misalnya Bunda lagi ngapain tiba-tiba Ayah marah, gitu-gitu. Bisa ada obrolan kayak deep talk gitu sama anak-anak. Kita tidur masih bareng-bareng. Itu aja sih paling, tiba-tiba kangen," ujarnya.