"Kayak ngelihat (orang jualan) ini gue lemah. Tapi kalau puasa itu ya kayak nggak ada rasa aja gue makan nih, biasa aja. Gitu, apalagi kalau habis buka. Heboh makanan," kata Ruben Onsu.
Dia juga menyadari kebiasaan kalap saat berbuka puasa kerap terjadi. Keinginan membeli banyak makanan sering kali tak sebanding dengan porsi yang mampu dihabiskan.
"(Padahal) Satu teguk (minum), lontong, kelar! Sisanya siapa yang ngabisin? (Tapi maunya) Beli ini, beli, ini beli. Lihat aplikasi beli, beli. Kayaknya banyak banget kayak manusianya ada 20 orang gitu ya," ujarnya.
Ruben kini memilih menyantap menu berbuka secukupnya. Dia ingin menghindari sikap mubazir sekaligus menjaga esensi Ramadan sebagai momen menahan diri dan memperkuat keimanan.