Meski demikian, Tarra tidak menganggap perbedaan karakter tersebut sebagai sesuatu yang buruk. Dia memahami bahwa setiap anak memiliki kepribadian masing-masing dan membutuhkan pola pengasuhan yang berbeda.
Tarra melihat sisi idealis dan anti-mainstream dalam diri Kayma sebagai karakter unik yang perlu diarahkan, bukan sekadar ditekan. Karena itu, dia kini berusaha memberikan pemahaman kepada sang putri mengenai pentingnya mengikuti aturan, terutama ketika berada di lingkungan sekolah.
Sebagai orang tua, Tarra ingin Kayma memahami bahwa aturan yang berlaku di sekolah juga harus dihormati, sebagaimana peraturan yang diterapkan di rumah.
"Kalau dibilang idealis sih sangat idealis ya, jujur kayak dia anti-mainstream sih kayaknya anaknya. Cuman ya sekarang lagi diajarin, udah mulai pelan-pelan," katanya.
Tarra berharap proses tersebut dapat membuat Kayma secara bertahap beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Dia pun memilih untuk terus mendampingi dan memberikan pengertian agar karakter kuat sang putri dapat berkembang secara positif.