Sebelumnya, Tasyi mengungkap kasus tersebut terbongkar secara tak sengaja melalui sebuah notifikasi email. Seluruh timnya diketahui menggunakan iMac yang sama untuk login email. Suatu malam, salah satu anggota tim tiba-tiba mendapatkan notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku.
Notifikasi tersebut menunjukkan adanya transaksi penjualan barang.
Ketika diperiksa, barang yang tercantum dalam transaksi ternyata merupakan sepatu milik Tasyi. Penelusuran lebih lanjut terhadap email tersebut kemudian menemukan sejumlah bukti transaksi lainnya.
Dari sana, Tasyi mengetahui sejumlah barang branded miliknya yang sebelumnya dinyatakan hilang ternyata diduga telah dijual.
Setidaknya 12 barang milik Tasyi diketahui telah terjual, dengan hampir seluruhnya disebut dikirim melalui sumber yang sama ke salah satu toko jual beli barang branded yang dikenal di media sosial.
Kini, persoalan tersebut resmi masuk ke ranah hukum. Tasyi pun meminta bantuan dan pengawalan dari pihak kepolisian agar kasus tersebut dapat ditangani secara serius.
"Semoga mendapatkan keadilan di @polisijaksel @reserse.jaksel Mohon dibantu di kawal guys," tulisnya.