Nunung mengaku prihatin melihat kondisi para pekerjanya yang ikut terdampak karena warung semakin sepi. Ia berharap situasi tersebut segera membaik.
“Aku juga kasihan melihat mereka pekerja-pekerja ya Allah, kasihan melihat mereka. Ya ada sih orang makan, tapi tidak seperti dulu,” tuturnya.
Meski mengaku sempat gusar, Nunung memilih tidak memperkeruh keadaan dengan menuduh pihak tertentu. Ia berusaha tetap berpikir positif dan memperkuat doa di tengah dugaan teror yang menimpa warung makannya.