Ia berharap kasus yang dialaminya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan perekaman secara diam-diam, khususnya di ruang yang seharusnya memberikan privasi seperti toilet perempuan.
“Aku berharap cerita ini tidak berhenti sebagai pemberitaan semata, tetapi menjadi ruang untuk bersuara, berbagi informasi, dan membantu orang lain yang mungkin mengalami hal serupa," ujarnya.
Sashfir juga meminta bantuan masyarakat yang mengetahui komunitas atau media yang dapat memberikan ruang aman bagi korban untuk bercerita. Ia menyatakan siap memberikan penjelasan lebih detail mengenai kronologi yang dialaminya.
Selain berbicara kepada publik, Sashfir memastikan persoalan tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib. Ia berharap proses terhadap pihak yang bertanggung jawab dapat dilakukan secara tegas, sehingga memberikan efek jera.
“Saat ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib. Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya," kata dia.
Bagi Sashfir, keberaniannya untuk berbicara bukan semata-mata tentang dirinya. Ia ingin memastikan perempuan lain mengetahui bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman dan berhak mendapatkan dukungan ketika menjadi korban.