"Sakit itu penggugur dosa, sehingga beliau sudah tujuh tahun mengalami sakit tapi beliau tidak pernah mengeluh, menjalani itu secara ikhlas dan justru semakin dekat kepada Allah, semakin banyak ibadahnya," ujar dia.
Habib Jafar juga menyebut Vidi termasuk sosok yang sungguh-sungguh ingin memahami ajaran agama. Hal itu terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan, terutama tentang cara tetap menjalankan ibadah di tengah keterbatasan fisik.
Bagi Habib Jafar, kesungguhan Vidi untuk terus memperbaiki diri hingga akhir hayat menjadi kenangan tersendiri. Dia pun mengenang sahabatnya itu sebagai pribadi yang hangat, penuh senyum, dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.