"Ditipu itu pelajaran yang kayaknya nggak ada di buku deh. Nggak ada pelajaran di buku. Dan orang yang terpikir dengan baik pun bisa tertipu. Bisa tertipu, namanya tertipu," katanya.
Arda dan Tantri sebelumnya juga sempat menyampaikan persoalan yang mereka alami melalui media sosial. Menurut Arda, keputusan tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap modus serupa.
"Kenapa waktu itu kita gembar-gemborin di sosial media? Bukan karena mau berbagi kasus buruk, tapi kita mau jangan sampai ada korban lain," ujar Arda.
Dia berharap pengalaman pahit yang dialaminya bersama Tantri dapat menjadi pembelajaran bagi orang lain. Dengan membagikan kisah tersebut, Arda ingin masyarakat lebih waspada sebelum mempercayai tawaran investasi.
"Mungkin hal buruk yang terjadi di kita bisa bermanfaat buat orang lain. Kita bagi agar, 'Oh ada masalah begini, aduh nggak mau deh'," katanya.
Sebagai informasi, pasangan Arda Hatna dan Tantri ‘Kotak’ sempat terseret kasus dugaan penipuan investasi yang kini ditangani pihak kepolisian. Kasus tersebut disinyalir menelan kerugian total hingga mencapai Rp10 miliar dan melibatkan sejumlah korban lainnya.