Tak hanya persiapan batin, Kimberly juga menyiapkan bekal makanan khas Indonesia untuk dibawa ke Tanah Suci. Hal itu dia lakukan agar tetap berselera saat berbuka maupun sahur.
"Ada rendang. Ada rendang... Ada dendeng balado. Ada mie ayam," ungkapnya.
Meski membawa makanan sendiri, Kimberly mengaku tetap cocok dengan kuliner Timur Tengah. Menurutnya, makanan khas kawasan tersebut masih bersahabat di lidahnya sehingga dia tidak mengalami kendala berarti.
"Seneng saja makanan Middle Eastern tuh masih cocok di lidah akulah ya. Selain dari itu apa ya harus dibawa... biskuit, sereal. Itu-itu saja sih sebenarnya," ujarnya.
Di momen Ramadan ini, umrah bukan sekadar perjalanan religi bagi Kimberly. Dia menjadikannya ruang untuk berdoa, memperbaiki diri, dan berharap tahun ini menjadi babak baru yang lebih baik dalam kehidupannya.