JAKARTA, iNews.id - Dokter Tompi membuat geger media sosial, karena membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap telah diperlakukan kurang sopan oleh Pandji Pragiwaksono. Apa yang sebenarnya terjadi?
Mengacu pada unggahan Dokter Tompi di Instagram, dia menyayangkan sikap Pandji Pragiwaksono yang dianggap tidak mengkritik kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, melainkan menilai secara fisik. Hal ini tidak diterima oleh Dokter Tompi.
"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas," kata Dokter Tompi, dikutip Minggu (4/1/2026).
Dia melanjutkan, "Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon."
Di kesempatan yang sama, dr Tompi mengimbau kepada siapa pun bahwa yang namanya mengkritik pemerintah itu sah-sah saja, tapi kalau merendahkan kondisi tubuh seseorang, itu lain cerita.
"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegas dr Tompi.
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.