Dia kemudian menghubungkan pengamatan tersebut dengan kondisi ekonomi manusia. Menurut Maia, seseorang yang merasa kekurangan uang perlu meningkatkan ikhtiar dan bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Artinya, kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana-sini mencari makanan," lanjutnya.
Maia juga menyinggung hubungan antara kemalasan, rezeki, dan sedekah. Dia menilai seseorang yang malas berusaha bisa mengalami kesulitan mendapatkan rezeki, terlebih jika tidak pernah berbagi dengan sesama.
"Kita malas, ya, rezeki kita seret. Akan seret lagi kalau gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)," tulisnya.
Alih-alih mendapat respons positif, unggahan Maia justru memancing beragam tanggapan. Sejumlah netizen menilai pembahasan mengenai rezeki dan sedekah tersebut kurang mempertimbangkan situasi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.