Menurut dia, Yadi sempat berkumpul bersama rekan-rekannya di sebuah kantor rumah produksi hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah pulang ke rumah, Yadi mengalami serangan jantung dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
"Malamnya, saya dengar masih kumpul-kumpul sampai jam 10.30 malam di salah satu kantor PH, masih ngobrol-ngobrol sama teman-teman. Beliau pulangnya jam 10.30 katanya, terus di rumah kena serangan jantung. Dibawa ke rumah sakit, kata dokter di perjalanan sudah nggak ada," kata Denpus.
Denpus juga menyebut Yadi memiliki riwayat penyakit diabetes. Meski demikian, almarhum tetap beraktivitas dan tidak memperlihatkan kondisi kesehatannya saat berkumpul bersama sahabat-sahabatnya.
Yadi Timo telah dimakamkan di TPU Dreded, Bogor Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Kepergiannya menyisakan kenangan mendalam bagi orang-orang yang pernah bekerja dan menghabiskan waktu bersamanya.
Denpus pun menyampaikan doa agar Yadi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
"Doanya semoga almarhum Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya, diterima di sisi Allah yang terindah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Berpulangnya di hari Jumat, hari baik. Beliau memang orang baik, semoga husnul khatimah," ucap Denpus.