"Karena ini sudah sampai ke dekat-dekat pemukiman warga gitu," ujarnya.
Bagi Zaskia, upaya warga tersebut menjadi gambaran beratnya perjuangan menghadapi karhutla. Mereka harus menyisihkan uang sendiri untuk membeli bahan bakar, sementara kebutuhan perlengkapan keselamatan juga belum terpenuhi secara lengkap.
"Jadi yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga," ungkapnya.
Zaskia mengaku baru mendatangi satu titik kebakaran, tetapi sudah merasa berat melihat situasi dan mendengar cerita warga. Dia pun membayangkan perjuangan masyarakat yang harus menghadapi karhutla selama berbulan-bulan, terutama di wilayah lain yang disebut memiliki titik kebakaran lebih parah.
"Baru satu titik sudah berat banget. Berbulan-bulan mereka gini kayak... apalagi nyampe Palangkaraya nih yang titiknya lebih berat," kata Zaskia.
Keterlibatan Zaskia di lokasi karhutla menjadi bagian dari upayanya membantu masyarakat yang terdampak kebakaran di Kalimantan. Melalui unggahannya, dia turut memperlihatkan perjuangan warga yang secara sukarela turun ke lapangan untuk memadamkan api meski menghadapi keterbatasan biaya, peralatan, dan perlindungan diri.