(Infografis: Prasetyo Ayu)
Ajeng Wirachmi

JAKARTA, iNews.id – Hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi memburuk, belakangan ini. Situasi itu menyusul keputusan organisasi pengekspor minyak OPEC+ memangkas produksi hingga 2 juta barel per hari terhitung mulai bulan ini.

OPEC+ secara de facto dipimpin oleh Arab Saudi. Adapun Jumlah 2 juta barel yang dipangkas itu mencapai 2 persen dari pasokan global.

Keputusan organisasi itu bertentangan dengan permintaan Presiden AS Joe Biden yang menginginkan produksi minyak dinaikkan agar harga bahan bakar di Amerika bisa turun. Harga BBM di AS melonjak sejak Rusia melancarkan agresi militer ke Ukraina, Feburari lalu.



Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT