LOMBOK TENGAH — Deru motor balap akan mengiringi ribuan penggemar yang memadati Sirkuit Mandalika. Di balik aksi pembalap, sistem komunikasi harus bekerja tanpa gangguan. Kebutuhannya mencakup keselamatan lintasan, pemantauan kendaraan, hingga siaran balapan internasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio. Persiapan tersebut juga mencakup empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak untuk melayani hingga 200 ribu penonton.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau kesiapan infrastruktur tersebut, Kamis (8/10/2026). Peninjauan berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Fasilitas komunikasi itu mendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 pada 9–11 Oktober. Empat BTS bergerak disiapkan bersama operator seluler untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Sementara itu, pengawasan frekuensi dilakukan agar berbagai sistem komunikasi tidak saling mengganggu.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Wakil Ketua MotoGP 2026, Ananda Mikola, menjelaskan pentingnya pengaturan frekuensi. Sistem telemetri mengirimkan data teknis motor kepada tim untuk dianalisis secara langsung. Data tersebut meliputi kondisi mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem. “Sistem komunikasinya harus andal dan tidak boleh terganggu,” ujar Ananda. Informasi radio juga menghubungkan pengendali balapan dengan petugas yang berjaga di lintasan.
Ketika insiden terjadi, petugas membutuhkan informasi cepat untuk menjalankan prosedur keselamatan. Pengaturan frekuensi turut menopang kebutuhan media dan distribusi siaran ke berbagai negara. Karena itu, Kemkomdigi bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mataram mengawasi potensi interferensi. Meutya menegaskan pemantauan akan berlangsung selama penyelenggaraan MotoGP. Tujuannya memastikan komunikasi teknis dan layanan pengunjung tetap berjalan baik.
Di sela peninjauan, Meutya berkoordinasi dengan perwakilan MotoGP, MGPA, dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Ia juga menyapa dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2. Meutya berharap keduanya mampu tampil maksimal sekaligus menjaga keselamatan. “Keberanian dan kerja keras mereka untuk bersaing di tingkat dunia patut kita dukung,” katanya. Dukungan infrastruktur dan penampilan atlet menjadi bagian penting dari kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. *