JAKARTA, iNews.id - Murid BINUS SCHOOL Education menunjukkan peran aktif dalam menghadapi tantangan global melalui partisipasi dalam Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026 yang berlangsung pada 20–24 April 2026. Memasuki tahun ke-9, forum ini mempertemukan pelajar dari Indonesia, Jepang, Singapura, dan Tiongkok untuk berkolaborasi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas isu global yang kian kompleks.
Delegasi BINUS yang berasal dari kampus Simprug, Serpong, Bekasi, dan Semarang berinteraksi dengan siswa dari Kaichi High School, Nan Chiau High School, dan Changshu Lunhua Senior High School. Selama lima hari, peserta terlibat dalam diskusi lintas budaya dan kerja tim untuk menghasilkan solusi aplikatif.
Secondary School Principal BINUS SCHOOL Serpong, Corey Allison, menyatakan kebanggaannya atas partisipasi siswa. “Kegiatan ini menjadi platform penting bagi mereka untuk berkembang sebagai pemimpin masa depan melalui pemikiran kreatif dan kolaborasi lintas budaya,” ujarnya.
Mengusung tema “Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures,” para peserta mengeksplorasi isu yang selaras dengan Sustainable Development Goals, khususnya tanpa kelaparan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu peserta, Claudia, mengaku memperoleh perspektif baru. “Saya belajar pentingnya komunikasi lintas budaya untuk menciptakan solusi yang relevan,” katanya.
Selain forum akademik, peserta juga mengunjungi hutan mangrove dan Museum Nasional, serta merasakan budaya Indonesia seperti batik, wayang, dan angklung. Sumegi dari Kaichi High School menyebut pengalaman tersebut menginspirasi. “Saya terkesan dengan batik dan berharap bisa kembali ke Indonesia,” ucapnya.
Ketua APYLC, Cao Lunhua, menegaskan konvensi ini sebagai titik awal generasi muda menjadi agen perubahan. Ia juga mengumumkan penyelenggaraan APYLC ke-10 di Jepang tahun depan.