WASHINGTON, iNews.id - Eritrea merupakan negara terburuk di dunia terkait kebebasan pers dan pelarangan berita. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan, yang juga mengutip langkah-langkah ekstrem di sembilan negara lain, termasuk Korea Utara, China, dan Arab Saudi.
"Di bawah tiga rezim terburuk, Eritrea, Korea Utara, dan Turkmenistan, media berfungsi sebagai corong negara, dan setiap jurnalisme independen dilakukan dari pengasingan," demikian laporan Komite untuk Melindungi Jurnalis (CJP), yang berbasis di Amerika Serikat (AS), seperti dikutip AFP, Selasa (10/9/2019).
"Negara-negara lain dalam daftar 10 rezim terburuk untuk media menggunakan kombinasi taktik tumpul seperti pelecehan dan penahanan sewenang-wenang, serta pengawasan canggih dan peretasan yang ditargetkan untuk membungkam pers independen," isi laporan itu.
"Arab Saudi, China, Vietnam, dan Iran memenjarakan dan melecehkan jurnalis dan keluarga mereka, dan juga terlibat dalam pemantauan digital dan sensor internet dan media sosial," lanjut kelompok itu.
Pemeringkatan ini didasarkan pada faktor-faktor termasuk pembatasan pada media milik pribadi atau independen; hukum pencemaran nama baik pidana; pembatasan penyebaran berita palsu; pemblokiran situs web; pengawasan jurnalis oleh otoritas; persyaratan lisensi untuk media; serta target peretasan.